{ "placements": [ { "anchor": { "selector": "body", } }, "pos": 4, "type": 1, "style": { "top_m": 5, "bot_m": 10 } } ] }

  0
Home » Komputer » PC

Penyebab Hard Disk Cepat Rusak Dan Cara Merawatnya Agar Lebih Awet

Hard disk merupakan komponen penting pada komputer atau laptop yang berfungsi sebagai media penyimpanan data (storage) dan memiliki sifat non volatile (tidak lenyap jika komputer dimatikan).

Hard disk memiliki piringan cakram (disk) tempat data disimpan, dan memiliki lengan pembaca (head) yang dapat bergerak bebas pada permukaannya. Apa saja yang membuat hard disk cepat rusak, ketahui beberapa faktor penyebab kerusakannya.

Prinsip Kerja Hard Disk


Hard disk bekerja dengan cara membaca dan menulis lempengan cakram (disk). Pada cakram, lengan baca-tulis (head) bekerja dengan memanfaatkan prinsip elektromagnetik.

Head akan mengubah secara magnetis blok dan sektor pada permukaan cakram menjadi data 0 dan 1. Agar lengan dapat mengakses seluruh bagiannya, sebuah dinamo akan memutar piringan cakram.

Controller yang sudah diprogram akan memerintahkan head dan cakram bekerja secara simultan. Berbeda dengan Solid State Drive (SSD) yang bekerja secara elektronis, hard disk bekerja secara mekanis, sehingga jika salah satu komponen tidak bekerja maka hard disk akan mengalami kegagalan. Singkatnya, hard disk mengalami kerusakan.

Beberapa faktor penyebab kerusakan hard disk antara lain.

1. Benturan


Gambar : goresan pada cakram, benturan menyebabkan pergeseran head dan menggesek cakram

Benturan menyumbang 70% dari penyebab utama kerusakan hard disk. Didalam sebuah hard disk terdapat beberapa komponen yang bergerak secara mekanis, oleh karenanya sedikit saja benturan bisa memengaruhi fungsi keseluruhan hard disk.

Katakanlah benturan ringan hingga sedang bisa saja membuat head kehilangan jalurnya atau dinamo mengalami pergeseran, akibatnya terjadi gesekan antara head dan cakram sehingga terjadilah kerusakan.

Saat ini hard disk modern sudah meminimalisir hal ini sebaik mungkin, dimana hard disk didesain kaku (rigid) dan memiliki kontainer yang kokoh.

Mencegah Hard Disk dari benturan

  • Selalu backup data penting. Walaupun demikian hal-hal buruk bisa saja terjadi, semisalnya laptop yang kamu miliki jatuh secara tidak sengaja. Jadi agar terhindar dari kerusakan hard disk, sebaiknya selalu melakukan pencadangan (backup) data-data penting yang kamu miliki.
  • Gunakan pelindung hard disk. Begitu pula saat memasang atau memindahkan hard disk pada komputer, sebaiknya gunakan pelindung atau pembungkus agar hard disk tidak terbentur saat memasukkannya kedalam tas.
  • Menyimpan ditempat yang benar. Hindari menyimpan hard disk pada laci meja, karena laci meja sering dibuka-tutup, sebaiknya simpan hard disk pada lemari yang kering jika disimpan lama.

2. Lembap dan Debu


Gambar : jarak head hard disk ke cakram, sangat dekat sekali

Lingkungan yang lembap atau berdebu akan membuat hard disk lebih cepat rusak. Kelembapan yang tinggi memicu titik-titik air (moisture) yang dapat muncul didalam hard disk.

Seberapa dekat head hard disk ke piringan cakram?
Jarak antara permukaan cakram dan head sangatlah tipis. Pada hard drive modern, jarak ruang antara head dan piringan kurang dari 5 nanometer. Jauh lebih tipis dari sehelai rambut dan partikel debu

Dengan adanya partikel air atau debu ini dapat menyebabkan gesekan antara head cakram dan saat hard disk bekerja. Sehingga terjadi goresan dan membuat hard disk rusak.

Walaupun hard disk sudah dilengkapi dengan saringan udara, namun hal-hal ini bisa terjadi terutama di lingkungan dengan kelembapan tinggi seperti penggunaan laptop saat pelayaran di laut atau lingkungan dengan debu ekstrem seperti lahan konstruksi.

3. Listrik Statis


Sumber listrik yang kurang baik, seperti arus listrik yang mengalami lonjakan tiba-tiba, kejutan tegangan akibat serangan petir dapat mengakibatkan error pada papan kontroller yang mengatur mekanisme hard disk.

Hard disk bisa saja mengalami data corrupt, bad sector, dan kemungkinan terparah dinamo (motor) tidak lagi dapat berfungsi.

Static electricity atau Listrik statis menyumbang sebesar 18% dari kerusakan papan sirkuit hard disk, sedangkan dinamo (motor) 1%. Listrik statis dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa kita sadari. (Sumber : MikeCobb, Director of DriveSavers Engineering)

Beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan

  • Menggunakan pengaman listrik. Komputer dapat menggunakan semacam alat penstabil listrik atau pengaman listrik (automatic voltage regulator) yang umumnya disediakan oleh stabilisator listrik atau baterai UPS. Pastikan komputer selalu menggunakan grounding listrik yang aman.
  • Menggunakan teknologi RAID. Teknologi RAID bekerja dengan memanfaatkan hard disk kedua sebagai backup data. Pada RAID, data hard disk pertama akan dikembarkan dengan hard disk kedua, membuat data lebih redundan.
  • Menggunakan cloud. Laptop atau komputer yang terhubung ke internet dapat selalu menyinkronkan data dengan sumber penyimpanan awan (cloud). Beberapa contoh penyedia layanan cloud seperti Google Drive, OneDrive atau DropBox

4. Penggunaan Berat


Gambar : Hard Disk yang didesain khusus untuk penggunaan berat seperti WD Red™ NAS Hard Drive

Kerja secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama dapat menyebabkan hard disk cepat rusak. Umumnya, penggunaan hard disk rata-rata memiliki usia antara 3-4 tahun. Namun beban penggunaan tinggi dapat membuat usia hard disk lebih cepat habis.

Ini disebabkan hard disk menggunakan sistem mekanis yang artinya pergerakan-pergerakan seperti dinamo, bantalan roda, head, yang beberapa komponennya yang memiliki pelumas lebih mudah aus.

Disamping itu, penggunaan berat juga dapat memicu panas berlebih (overheat) yang dapat menurunkan performa hard disk. Dalam penggunaan ekstrim, komputer perlu ditambahkan pendingin khusus seperti kipas pendingin (cooling fan) atau heatsink agar panas berlebih dapat terbuang.

Contoh penggunaan berat hard disk diantaranya

  • media penyimpanan data video dari kamera CCTV.
  • database server.
  • media penyimpanan situs web (web server).
  • media penyimpanan berkas bersama (network access storage).
  • media penyimpanan web audio & video streaming.

Beberapa cara untuk memperpanjang umur hard disk

  1. Berikan ruang sirkulasi. Sebaiknya hindari memasang hard disk komputer dengan posisi tumpukan yang saling berdekatan / sangat rapat karena hard disk membutuhkan sirkulasi udara.
  2. Posisikan hard disk secara horizontal. Dalam penggunaan jangka panjang, memasang hard disk secara vertikal adalah tindakan yang kurang baik. Posisikan hard disk horizontal dengan tanah agar tidak terjadi keausan tidak merata (parsial) pada bearing motor dan cakram hard disk.

5. Sektor Rusak (Bad Sector)


Gambar : tangkap layar hard disk yang mengalami bad sector - HDD Sentinel

Permukaan hard disk (platter) dibagi atas beberapa sektor, kadangkala beberapa sektor magnetik mengalami kerusakan sehingga beberapa bagian hard disk tidak dapat terbaca.

Walaupun masih tetap dapat digunakan, seringkali ini merupakan pertanda kegagalan yang akan segera terjadi. Indikasi yang paling sering dialami adalah seperti booting hard disk yang terasa lambat, sering / atau selalu meminta scanning drive saat startup, program crash atau hang, berkas-berkas file yang terelokasi atau kegagalan ketika memindahkan berkas file.

Jika sudah muncul gejala-gejala diatas umumnya hard disk akan rusak lebih signifikan, dan segeralah lakukan backup data-data penting ke media yang lain sebelum ini terjadi.

Tips 💡 : Untuk memonitor kesehatan hard disk kamu dapat menggunakan software freeware HDD Sentinel yang bisa diunduh secara gratis

Fitur hard disk S.M.A.R.T membantu melakukan mapping bagian mana saja yang mengalami kerusakan sektor. Biasanya berkas yang terdampak akan direlokasi dan bagian yang bermasalah akan ditandai. Bagian ini tetap dapat digunakan, namun mengalami penurunan performa karena hard disk akan bekerja lebih ekstra berpindah dari sektor awal ke sektor yang direlokasi.

6. Cacat Produksi


Hard disk yang mengalami masalah cacat pabrikan saat diproduksi terkadang dapat berfungsi, namun efeknya baru terasa setelah beberapa hari atau beberapa bulan pemakaian. Ini juga bisa dialami oleh hard disk kondisi baru.

Gejala yang paling umum diantaranya,

  • kecepatan baca-tulis hard disk melambat hingga akhirnya mati total.
  • hard disk hang saat startup (gagal booting)
  • sistem tidak dapat mendeteksi/mengidentifikasi hard disk sama sekali. (tidak detect)

Hard disk yang mengalami cacat produksi masih dapat dicover service center karena masih dalam garansi. Namun, produsen umumnya tidak memberikan jaminan apa pun terkait keamanan data kamu. Jika kamu menemukan gejala ini, sebainya segera backup data-data penting sebelum semuanya terlambat.

Rekomendasi artikel menarik untuk dibaca
💻 5 Cara Mengembalikan Data dari Hard Disk Rusak
💻 HDD vs SSD. Kenali Perbedaan, Keunggulan dan Kelemahannya
💻 Awas Salah Beli ! Ketahui Hal ini Sebelum Membeli SSD NVMe

Rate Artikel


Komentar Artikel

Perhatian :
Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu



Contoh : email_saya@gmail.com



Komentar berhasil di-input
Error!

Artikel Lainnya


Artikel Terbaru


Media Sosial